BERITA

Alhamdulilah telah terbentuk kepengurusan 4.SALUD (Perkumpulan Organisasi Sadar Lalu Lintas Usia Dini) yg 
akan mendukung Pemerintah Ciamis dalam penanaman 
budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas

Tahap pertama membantu terwujudnya taman edukasi 
lalu lintas

Menggugah Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Keselamatan Transportasi

Tema keselamatan tahun 2018 adalah “Save Life Slow Down atau Sayangi Nyawa Kurangi Kecepatan”.  Tema tersebut   untuk menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan serta membangun budaya keselamatan sejak dini.
Data Polri menyebutkan, bahwa jumlah kecelakaan tiap tahunnya tidak kurang dari 105.000 kecelakaan dengan korban lebih dari 25.000 jiwa.
Setiap hari yang meninggal 72 orang atau 3 nyawa melayang tiap jamnya. “Jumlah itulah yang harus  ditekan bajkan dihilangkan agar korban meninggal sia-sia di jalan bisa berkuranh,” kata Penyuluh Keselamatan Nasional  dan juga Sekdishub Ciamis Edy Yulianto, 
Untuk itu lanjut dia, kami menyampaikan tips dan trik agar para pelajar yang hadir tidak menjadi korban meninggal sia-sia akibat kecelakaan di jalan raya.
Edy menyebutkan, korban kecelakan masih didominasi oleh pengendara sepeda motor. “Data Polri menyebutkan 72% kasusbkecelaan melibatkan pengguna sepeda motor,”  papar dia.
Pada  sesi dialog ini, menurut Edy, penyampaian materi dibuat secair mungkin dan menyesuaikan dengan zaman now terutama audiens yang mayoritas pelajar, mahasiswa dan komunitas masyarakat.
Dengan begitu, menurut Edy, peserta sosialisasi sangat antusias mengikuti acara sampai selesai. Seluruh peserta tak beranjak dari tempat duduknya sejak pembukaan sampai dialog usai.
Untuk memeriahkan acara juga tampil Kinaro Band. Vokalis band anak muda  tampil atraktif dan berhasil mengajak audien untuk menyanyi dan goyang bersama.

Sosialisasi Keselamatan Dalam Rangka Harhubnas 2018 Digelar di 3 Kota di Jawa Barat

Rangkaian kegiatan Dishub Provinsi Jawa Barat  (Jabar) dalam rangka Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas)  dan Pekan Keselamatan Tahun 2018 yang diisi dengan sosialisasi keselamatan transportasi darat digelar di tiga kota di Jabar secara bergantian.

“Ada 3 daerah yang dijadikan tempat sosialisasi teserbut. Senen pekan lalu digelar di Kota Sukabumi sekaligus dengan acara puncak Harhubnas Kota Sukabumi. Saat itu juga dilakukan launching bus Bandara Sukabumi – Sukarno Hatta,” kata  Penyuluh Keselamatan Nasional  yang juga Sekdishub Ciamis Edy Yulianto.

Tempat tujuan sosialisasi kedua adalah di Pemkab. Majalengka, Senin (1/10/2018)  kemarin. Dengan peserta, perwakilan dari SMA/SMK dari tiap daerah di Jabar. Tampil sebagai pemateri  oleh Polda Jabar,  PT Jasa Raharja Cabang Jabar bekerja sama dengan Polres setempat (Majalengka Jabar).

Sementara, dari Dishub Jabar Tim Sosialisasi yang dipimpin oleh Ali Nurdin dan Topan. Pada sesi ini menampilkan narasumber sekaligus Penyuluh Keselamatan Nasional yang juga  bertugas sebagai Sekdishub Pemkab Ciamis Edy Yulianto.

Dalam acara sosialisasi dan dialog  ini dipandu oleh MC dari Radio Ardan. Acara berlangsung hangat dan meriah dan respon masyarakat Jabar sangat positif.

Pada sesi pertama, papar Edy,  pembicara hadir dari Jasa Raharja dan Polda Jabar menyampaikan tentang Asuransi Perlindungan Kecelakaan dan sanksi hukum bagi pelanggar lalu lintas.

Tampil Duo Edy

Sementara, pada Sesi kedua tampil narasumber dari  Dishub Jabar.  Dengan Pembicara Edy Yulianto yang  berkolaborasi dengan Eddi Brokoli. Mereka berdua lebih banyak berbagi cerita tentang Safety Riding.

Sesuai tema yang diangkat adalag keselamatan tahun ini “Save Life Slow Down atau Sayangi Nyawa Kurangi Kecepatan.” Tema ini sangat pas dan diharapkan mampu mengurangi bahkan menghentikan terjadinya kecelalaan lalin.

Sebagaimana diketahui, papar Edy, dari data bahwa jumlah kecelakaan tiap tahunnya tidak kurang dari 105.000 kecelakaan dengan korban lebih dari 25.000 jiwa. “Dengan begitu, setiap hari meninggal 72 orang atau 3 nyawa melayang tiap jamnya,” tandas Edy.

Jumlah korban dan kasus kecelakaan itu yang harus dikurangi. Salah satunya melalui sosialisasi keselamatan berlalu lintas di Indonesia.

“Perlu membangun budaya keselamatan, sekaligus menurunkan laju kecepatan berkendara. Dengan begitu bisa mengurangi vatalitas jika terjadi kecelakaan,” tandas Edy Yulianto.